Posts

Aku dan My Chemical Romance yang mengubah hidupku

 Gw memaksa diri gw untuk menulis hari ini karena gw enggak bisa tidur dan bangun terlalu pagi. Hari ini, kurang dari 9 jam lagi gw akan menonton konser My Chemical Romance dan gw enggak bisa menahan diri lagi. I am so freaking excited. I have been waiting for this concert like my whole life. I think after I watched My Chemical Romance I will die happily. My Chemical Romance is everything in my life like now I have everything I have dreamed of and I bet My Chemical Romance plays big part of it. Bayangkan saat gw usia 15 tahun lagi nangis-nangis karena gak bisa nonton konser my Chemical Romance tahun 2008 saat mereka ke Indonesia dan dalam diri gw berjanji bahwa gw akan punya uang dan kebebasan supaya gw bisa nonton konser My Chemical Romance selanjutnya. Pertama kali gw memasrahkan hidup ke My Chemical Romance karena cem-ceman gw saat itu, senior gw di SMP anak pindahan yang chubby dan cute banget suka My Chemical Romance and I like him a lot. But maybe he didn't like me as much as

Pengalaman berhenti bekerja

 Sampai hari ini gw percaya bahwa kata "rumah" bukan selalu tentang hunian. Mungkin kata kerja yang tepat adalah "pulang" karena rumah harusnya objek ya? Tempat di mana kamu merasa aman dan nyaman. Aku baru mengalami pengalaman menyedihkan tapi sekaligus membuat aku makin mengenal diriku sendiri. Sejak usia 20an awal gw tuh galau mampus sama namanya masa depan. AKu panik sampai depresi ketakutan akan masa depan, dan terus-terusan rasa cemas utnuk mengehtahui harus apa dan harus gimana. Banyak orang sudah bilang cukup ikut yang "passion". Tapi gimana kalau passion kmau ada banyak dan kamu gak tahu yang mana? Menjadi kuat dan tangguh membuat gw terus mencoba sampai mentok tembok. Bekerja keras adalah jalan hidupku dan gw anaknya gigih untuk melakukan beberapa pekerjaan yang gw pikir gw sanggup dan gw mau coba. Kemarin gw baru saja mengalami dipecat untuk pertama kalinya dalam hidup gw. Gw sebagai orang yang dedikasi dan pekerja keras tentu saja sangat sedih

Cerita ambil kuliah sejarah perbudakan

 Jadi gw akan pakai Medium untuk tulisan-tulisan gw berbahasa enggres dan pakai blog ini untuk nulis bahasa indonesia lucu-lucu aja. Gimana dengan diary dengan nama-nama binatang kemarin? KAGA JADI. Gw terlalu malas untuk bikin story line dan lanjutin cerita. Gw mending latihan nulis naratif bin enak pakai blog biasa aj gitu kan.  Sumpah dah kuliah master tuh bikin kemampuan gw nulis santai naratif lancar bahagia ditelan jargon-jargon akademisi. Masa gw nulis ke media ditolak mulu karena cakupan tulisan gw dibilang terlalu luas. jadi kan gw studi sejarah perbudakan nih, nah gw tuh pengen dog ilmu yang gw dapatkan dari kampus Universitas Bonn tercinta dihibahkan kepada kawan-kawan dengan bahasa Indonesia. Sebuah transfer pengetahuan gitu, tapi jauh panggang dari api. Habits create people itu benar adanya. Gw yang terbiasa baca jurnal ilmiah mentah-mentah dan menulis paper atau tugas kuliah, harus memasukan semua pengetahuan yang gw serap dari bahan-bahan bacaan itu semua-muanya. Dan nam

Diary Nadyazura

Image
 Halo teman-teman karena semakin hari hidupku semakin absurd jadinya gw memutuskan untuk menulis diary lagi. Buat teman-teman yang baru tahu tentang gw, gw kenalan dulu deh. Nama gw Nadyazura dan gw tinggal di kota Bonn, Jerman. Setelah berulang tahun ke-25 pada tahun 2019, gw berhenti menghitung usia dan mau selamanya berada pada kondisi fisik dan mental pada usia tersebut. Gw tinggal bersama seekor seorang lelaki yang gw nikahi sebelum wabah korona melanda Eropa dan seluruh dunia. Oleh sebab itu, kami gagal berbulan madu karena masih ingin bertahan hidup cing. Suami gw adalah staf peneliti di Universitas kota kami. Enam bulan lamanya gw ikut kelas bahasa Jerman dari nol demi bisa bertahan hidup di negara yang kalah perang dunia kedua ini. Dia, sebut saja Suamikucing, adalah pecinta alam dalam arti yang sebenar-benarnya yang bisa kamu bayangkan. Suamikucing menulis disertasi pada usia 30 tahun tentang filsafat konsep tetang alam dalam alam pikiran manusia. Memiliki dua buah aquascape

Kenapa dah bangga jadi bini bule?

 Gw lagi kesel-keselnya, gw kalau kesel sekarang nulis blog aja daripada marah-marah ke temen-temen gw kasihan mereka dikasih energi negatif mulu. Apalagi si Awrel tuh sohib gw yang muda nan polos, suka jadi kelinci percobaan eksperimen masakan gw sekalian gw bacotin tentang dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Kalau lu baca ini rel, di rumah gw lagi masak choipan. Sini coy! Oke jadi gw udha beberapa minggu mendem kekeselan tapi baru sekarang nih gw sempet nulis aja. Gw kecewa banget-banget sama komunitas Indonesia yang ada di Jerman, kota tempat gw tinggal. Gimana enggak karena mereka rasis banget asli. Gw enggak menyangka bahwa gw segitu disedehanakan sebagai sebagai istri dari suami gw, kulit putih yang notabene peneliti dan dosen dari Universitas Bonn. Ini bukan pertama kalinya sih gw direndahkan sebagai 'konco wiking' dulu waktu gw dan suami (waktu itu masih pacar) bikin penelitian tentang Kuntilanak dan presentasikan hasil penelitian kami di sebuah lembaga peneliian di

Pria Mansplaining itu Babi

Gw memutuskan menulis ini sebab tulisan gw enggak jadi-jadi karena gw terlalu emosional. Gw enggak percaya lelaki yang gw kenal sebut saja R dan F di Twitter mengkritik DW Indonesia tentang pola pengasuhan orangtua yang memaksa anak perempuannya memakai jilbab. Gak tanggung-tanggung mereka menyamakan jilbab dengan celana jeans atau kolor. KOK KEJAM BANGET! Gw benar-benar marah sekali karena mereka segitu bodohnya enggak pernah mengalami dibesarkan dengan dipaksa pakai jilbab. Dan mereka terlalu tolol sampai-sampai menyamakan jeans dan kolor sama dengan perintah menggunakan jilbab di agama Islam! Gw baru kali ini melihat mansplaning paling goblok yang dilakukan oleh laki-laki, mereka menyerang pemberitaan DW dengan menyamakan jilbab dan kolor! tolol sungguh tolol. Saat gw dalam proses procrastinasi menulis artikel ini (ya, procrastinasi adlaah bagian dari proses kreatif gw menuli selain netralisir emosi dengan nulis blog). Seorang temen deket gw ada yang menutup akun instagramnya karena

Review Tampon Tanpa Tali

Image
Asalamualaikum bunda-bunda sekalian. Gw kebanyakan baca grup FB istri-istri nih jadinya manggil bunda melulu. Gw awalnya amaze aja jadi ibu rumahtangga ternyata gak semenyedihkan yang dibilang orang-orang ah. Entah ya mungkin karena suamik gw penurut dan mau diatur-atur jadinya gw rasa menikah enggak jadi beban kecuali ya gak bisa fliriting sama cowok ganteng di bar karena aing suda meniqa. Anyway lama banget gw gak menulis blog salahkan aja itu kerja dan les bahasa Jerman yang peernya amit-amit. Di mari Coronavirus udah selesai sejak bulan Juni dan sekarang semua orang nampaknya pasang apps corona kalau ke luar rumah. Beberapa minggu gw dan suamik pasang apps. KAGA PERNAH BUNYI WOY. Mungkin karena enggak semua orang disiplin pasang apps, atau emang di kota gw Coronavirus udah hampir sedikit dan mau habis. Entah deh. Setau gw sekarang (20/07/2020) yang beneran sakit Corona ada 14 orang se-kota Bonn. Dikit ya? emang. Jadilah gw seperti biasa di hari siang nan terang gw pergi jalan-