Posts

Showing posts with the label Kegiatan di Jerman

Review Tampon Tanpa Tali

Image
Asalamualaikum bunda-bunda sekalian. Gw kebanyakan baca grup FB istri-istri nih jadinya manggil bunda melulu. Gw awalnya amaze aja jadi ibu rumahtangga ternyata gak semenyedihkan yang dibilang orang-orang ah. Entah ya mungkin karena suamik gw penurut dan mau diatur-atur jadinya gw rasa menikah enggak jadi beban kecuali ya gak bisa fliriting sama cowok ganteng di bar karena aing suda meniqa. Anyway lama banget gw gak menulis blog salahkan aja itu kerja dan les bahasa Jerman yang peernya amit-amit. Di mari Coronavirus udah selesai sejak bulan Juni dan sekarang semua orang nampaknya pasang apps corona kalau ke luar rumah. Beberapa minggu gw dan suamik pasang apps. KAGA PERNAH BUNYI WOY. Mungkin karena enggak semua orang disiplin pasang apps, atau emang di kota gw Coronavirus udah hampir sedikit dan mau habis. Entah deh. Setau gw sekarang (20/07/2020) yang beneran sakit Corona ada 14 orang se-kota Bonn. Dikit ya? emang. Jadilah gw seperti biasa di hari siang nan terang gw pergi jalan-...

Hidup di Jerman di tengah pandemi Korona

Image
Halohalo gimana kabarnya urang sadayana! Gw jarang nulis blog sebab: jengjengjeng MALES maunya masak aja Iya nih gw kadang menimbang-nimbang apakah gw harus bikin dan menulis Diary sebagaiana yang selalu aku  lakukan lima belas tahun yang lalu. Sampai gw lambat laun sadar gw menulis karena kepala gw penuh bacaan yang harus dikeluarkan dari kepala gw dengan kegiatan menulis. Namun setelah hidup menjadi dewasa dan kewajiban mencari uang demi bertahan hidup. Kemewahan waktu untuk berkontemplasi dan menuliskan isi hati dan kepala lambat laun menajdi sebuah kemewahan yang aku sendiri kadang sulit menggapainya. Apaan sih gw nulis hanjing kegiatan yang malesin Sebelum wabah menyerang gw sibuk banget hanjing. Gw kerja 3x seminggu, les bahasa Jerman 5x seminggu, ke gym at least 3x seminggu juga. Kalau gw gak kerja yha gw pergi ke gym dan baik kerja atau berolahraga itu capek banget bosq. Badan udah terlalu lelah buat diajak baca buku ataupun istirahat menulis. Tanp...

Mulai kerja dan belajar dewasa

S bilang perempuan usia 25 merasa sudah tahu dunia sebenarnya dan menyadari bahwa sebenarnya dia enggak tahu apa-apa. Men, gw pikir gw udah 25 dan menikah berarti gw udah dewasa dan udah bertanggungjawab. Tetapi setelah lewat 6 bulan gw di Jerman gw baru bertemu orang-orang di sini yang seusia gw atau lebih tua. Gw baru memulai pekerjaan gw di sebuah restoran cina di mana pegawai dan boss gw semuanya muda dan asik-asik banget. Senin-jumat gw lalui dengan belajar bahasa jerman dan bekerja. Gw memang sudah merencanakan untuk bekerja paruh waktu selama belajar bahasa jerman karena gw mau. Gw butuh bergaul dengan orang jerman asli sini dan mengenal mereka kan. Gw juga punya temen penyuka musik metal dan kami ketemu setiap minggu. Setiap hari gw bangun pukul 7, mandi dan bikin sarapan. Pukul 9 gw pergi les dan sepulang les pukul 1 siang gw istirahat 30 menit dan kerja sampai pukul 8 malam. Kalau enggak bekerja gw biasanya pergi ke gym dan itu gw lakukan selang-seling. Capek? banget. Luar...

Green Thumb alias berkebun

Image
Dari dulu gw percaya bahwa karena shio gw anjing api maka tangan gw panas dan gw enggak bisa menumbuhkan apapun. Waktu itu gw inget banget gw ikut komunitas youth-youthan dan gw sejenis di karantina selama satu minggu untuk seminar syalalala dan lain-lain dan dalam sebuah satu sesi olahraga pagi, kita ngobrolin beberapa hal dan boleh bikin pertanyaan untuk dijawab oleh sekelompok. Maka gw bertanya, "momen apa yang paling bahagia dalam hidupmu?" Pertanyaan yang gw lontarkan ke temen-temen sebenarnya adalah pertanyaan buat diri gw sendiri. Saat itu tahun 2015 pertengahan gw baru selesai terapi sama psikolog dan dinyatakan sehat walafiat dari depresi yang melanda. Gw mulai menyusun hidup dan berpikir tentang hidup. Saat itu gw mulai mengenang semua masa kecil gw dan berpikir momen-momen yang bikin gw bahagia. Dan itu saat gw berada di villa kakek di Sukabumi dan memanen tomat dan ketimun. Gw enggak inget itu gw usia berapa tapi ingatan itu melekat banget. Gw baru tahu kalau...

Dipaksa Mencintai Jerman dan Pengalaman Belajar Bahasa Jerman

Gw jarang update blog sebab sibuk jadi IRT di Jerman gaes. Hidup gw gitu-gitu aja, relatif mudah ketebak besok mau apa. Dan sebenernya dengan bersuami dosen Jerman hidup gw relatif enak. Beda dengan beberapa teman-teman gw. Di sini gw enggak perlu bekerja, gw gak punya anak, dapur gw luas dan apa yang gw mau bisa gw afford aja tanpa susah payah  seperti tiket nonton konser Rammstein dan Lana Del Rey tahun depan . Dana karena suami gw open minded gw bisa melakukan aa aja yang gw suka seperti pulang malem dan mabok atau beli bahan makanan yang aneh-aneh. Tapi kan gak asik ya kalau jadi manusia gak mengeluh. Jadi gw ke sini buat pamer sekaligus mengeluh tentang hidup baru gw. Gw baru menyadari satu hal. Ketika semua orang rasanya senang banget kalau bisa pindah ke Eropa dan memulai hidup baru. Ehbuset sesungguhnya semua itu tidak mudah. Bayangkan gw udah punya karier yang bagus dan cemerlang di indonesia dan semuanya gw berhentikan. Dan bagian paling pahitnya adalah g...

Menjadi Ibu Rumahtangga

You know guyyyysss I just released my book abaout feminism (and history) and you know what I am doing right now in Germany? just take care of my house, cleaning and going to gym regularly. Well, perhaps some of you find being a housewife and a feminist are contradiction. I tell you, no it is not. Ahsianying gw kebanyakan pakai bahasa inggris karena gw di sini membaca dan berbicara dalam bahasa inggris. not so much improve on my grammar sih, tapi ya lumayan aja. Tapi gimana struktur berpikir gw masih bahasa indonesia cuma kosa katanya aja diganti jadi bahasa inggris atau jerman. Oh iya, jerman. Gimana perkembangan bahasa Jerman gw? gatau ah segitu-segitu aja. Sebab, unlikely bahasa Inggris yang artinya bisa diterjemahkan aja dalam kamus, bahasa jerman enggak. Hampir kalimat dan kata itu terikat pada grammar. Misalnya aja nih: Bahasa Indonesia: Kapan uang kamu datang? Akhir bulan ini Bahasa Bangka: Kapan duit ka' sampai lah? Bulen ni' Inggris: When your money will c...

Pengalaman Pertama ke Pride Cologne 2019

Image
Gw lagi excited banget karena bisa berolahraga dengan teratur. Sejak kepindahan gw ke Jerman ini gw kan sibuk mengeksplor resep-resep masakan asyique dan menarik tapi gw lupa berolahraga. Waktu kawinan kemarin aja badan gw bengkak banget kebanyakan makan karena gw tipe foodie gitu loh yang seneng eksplor makanan baru dan jadilah gw makan melulu semenjak pindah tapi gak olahrga. Dapat diprediksi dengan mudah badan gw jadi mekar karena naik berat badan. Setelah dua bulan dan menguus semua keperluan administratif untuk menjadi penduduk tetap, maka mulai lah gw daftar segala macam mulai dari membership kolam renang sampai gym premium. Semua semata-mata mengembalikan kebiasaan gw di Indonesia yakni berolahraga secara teratur. Oke cukup dengan curcol tentang kebiasaan berolahraga yang baru dimulai lagi ya. Jadi kemarin tanggal 7 Juli 2019 itu ada Parade Pride di Cologne, Germany. Cologne itu terkenal sebagai ibukota LGBTIQ di Jerman (alhamdulilah sampai hari ini enggak ada azab) dan pada ...