Posts

Showing posts with the label Kedewasaan

Mulai kerja dan belajar dewasa

S bilang perempuan usia 25 merasa sudah tahu dunia sebenarnya dan menyadari bahwa sebenarnya dia enggak tahu apa-apa. Men, gw pikir gw udah 25 dan menikah berarti gw udah dewasa dan udah bertanggungjawab. Tetapi setelah lewat 6 bulan gw di Jerman gw baru bertemu orang-orang di sini yang seusia gw atau lebih tua. Gw baru memulai pekerjaan gw di sebuah restoran cina di mana pegawai dan boss gw semuanya muda dan asik-asik banget. Senin-jumat gw lalui dengan belajar bahasa jerman dan bekerja. Gw memang sudah merencanakan untuk bekerja paruh waktu selama belajar bahasa jerman karena gw mau. Gw butuh bergaul dengan orang jerman asli sini dan mengenal mereka kan. Gw juga punya temen penyuka musik metal dan kami ketemu setiap minggu. Setiap hari gw bangun pukul 7, mandi dan bikin sarapan. Pukul 9 gw pergi les dan sepulang les pukul 1 siang gw istirahat 30 menit dan kerja sampai pukul 8 malam. Kalau enggak bekerja gw biasanya pergi ke gym dan itu gw lakukan selang-seling. Capek? banget. Luar...

Natalan yang ternyata berat banget

Jadi setelah menikah dengan si bule Jerman Kafir gw akan merasakan yang namanya natalan pertama dong. Daaaan ternyata natalan dengan masalah mental bukan sesuatu yang mudah. Gw pikir natal akan menyenangkan dengan keluarga dan banyak hadiah. Ya semua itu benar adanya. Gw excited dengan menghias rumah, masak kue dan ketupat sayur, suami pasang pohon natal dan sebagainya. Senang karena teman-teman dan kelaurga akan datang. Sayangnya seminggu sebelum natal Ibu mertua masuk rumah sakit karena tumor di jantung dan suami jadi sedih sekali. Kami enggak jadi natalan di tempat ibu mertua tapi kami tetap punya makan malam bersama dengan ayah dan perayaan natal bersama dengan ayah. Suami paham banget kalau gw enggak bisa terus-terusan surrounding dengan orang-orang berturut-turut. Di hari terakhir ketika ada jadwal makan siang keluarga bersama ayah dan sorenya samperin ibu mertua ke rumah sakit, gw collapse. Nangis-nangis di kamar mandi dan coba ancam bunuh diri. Ternyata natal dan berturut-tu...

Hidup dengan Hormonal Imbalence

Gw sebenernya enggak percaya kalau manusia adalah mesin yang dikontrol sama zat-zat kimia di tubuh. Sebagai akademisi ilmu sosial gw yakin bahwa dimensi sosial sangat memengaruhi manusia dalam bertindak dan membuat perdaban. Tapi sebagai orang yang punya gangguan hormon, gw berasa banget bahwa gw benar-benar didorong oleh semua hormon ini. Gw didaulat hormonal imbalance sejak masih di Indonesia. Gw sangat sensitif terhdap stress kalau gw stress seluruh tubuh akan berkontribusi untuk semakin memperparah stress gw. Mulai dengan overthinking dan otak gw enggak bisa berhenti berpikir dan membuat gw insomnia 1-2 hari. lalu keputihan, pendarahan di vulva, rambut rontok dan sebagainya. Gw juga kadang gak mau makan dan cuma makan sedikit banget sehari. Sebagai master of my body gw melawan ketidakseimbangan hormon ini dengan olahraga teratur dan makan-makanan yang sehat. Gw menjaga asupan gula, kafein dan alkohol. Memaksa diri beristirahat di kasur sebelum jam 11 malam. Mengurangi intensi...

Narcolepsy

My sleeping beauty sleeps Let me be your beast I have caught your heart and locked it in my rotten soul Your body shutes, your brain wide awake Would you mind to share your nightmare? My sleeping beauty sleeps When your eyes shut you must be dreaming Think of me, dream of me It is one o'clock in the morning Those words bumbling, your mouth snoring My sleeping beauty sleeps Or it just your sudden cataplexy? Keep me as your fantasy through the pain, vary Stay awake is your daily struggle You try to touch me in every angle Those hand excitement will shut you down In your sudden malfunction, I smell your body scent My sleeping beauty sleeps You have been longing for me But affection is poisonous to you You wish to synchronize your brain and your body My sleeping beauty sleeps if I could just not live in your dream to hold you tight and fight your fears Now you wish I wasn't part of your hallucination Play your guitar to my incarnation in the mornin...

Beda Pikiran dan Kedewasaan Pasca Menikah

Jadi setelah gw muter-muter gak jelas sama Ve buat cuci mata lihat baju seperti yang setiap minggu kami lakukan, kami sampai pada pembicaraan hal-hal yang membedakan pikiran kami saat belum dan setelah menikah. Ohya kenalan dulu, si Ve ini tetangga sekaligus sohib gw orang Indonesia yang usianya gak jauh beda sama gw sekaligus nikahnya juga cuma beda setahun. Latar belakang pergaulan Jakarta kita bikin kami nyambung banget asli karena sama-saaa mantan anak Jaksel yang satu visi misi dah. Kami juga gila sama Disney Princess maka jadilah hampir setiap hari kami ngobrol atau seminggu sekali cuci mata lihat-lihat pakaian ke kota. Topik obrolan kami ya kebanyakan emang ibu-ibu banget gitu seputar belanjaan dan gimana dulu kehidupan kerja di Jakarta. Jadi saat kami lagi menyusuri Friedenplatz menuju toko pakaian, gw cerita bagaimana perbedaan tingkah laku dan prioritas anak-anak sebaya kita sekitar 24-27an lah dengan gaya hidup ala Jakarta, pelajar di kota kami dan kami sendiri selaku ibu...

Pro at Procrastination

Huehehehe akhirnya gw nulis blog lagi tapi tidak tentang resep masakan tapi blablabla gak jelasan. Suamik gw sedang ke field-research dan gw ditinggal sendirian di rumah. Berhubung ternyata deadline gw enggak padat gw jadi punya lumayan banyak waktu luang. G wbisa menulis atau bikin esai hura-hura. Oh ya gw mau curhat tentang menulis. Gw punya hutang di Indonesia. bukan hutang uang (amit-amit ya Allah gw bukan manusia yang punya hutang uang) hutang tsb adalah peluncuran buku, roadshow berikut tandatangan. Ya, buku gw laku keras walaupun diterbitkan oleh penerbit indie, jikalau gw bisa datang ke Indonesia, buat roadshow, mau diwawancara media, bikin diskusi/bedah buku dan sesi tanda tangan nama gw bisa banget naik mulus lancar jaya. Gw memikirkan bagaimana promosi dan marketing sangat penting jika kamu memang punya produk yang berkualitas. Itu dia, gw batal ke Indonesia karena gw harus menyelesaikan level A2 di VHS sekaligus memulai kursus integrasi sampai B1 kan. Selanjutnya les ter...

Keranjingan Sitkom Queer Eye

Image
Gw lagi demen-demennya nonton Queer Eye di Netflix. Gw adalah anak muda mid 20an yang memiliki beberapa prasyarat hidup di ibukota dan berada dalam pusaran pergaulannya dengan kriteria sebgai berikut: (1). Langganan Spotify Premium, (2). Join account Netflix sama temen-temen biar biayanya murah dan terakhir (3). Keranjingan minum bubble tea. Anyway, Queer Eye jadi the most favorite reality show in my life ever dah selain Bongkar Rumah. -yekan kalian pada nonton Bongkar Rumah gak sih jaman jadul pas orang miskin rumahnya dibongkar terus diremake jadi bagus, ih gw seneng banget asli lihat itu selain acara masak-memasak Rudy Choiruddin di tipi- Gw bukan fan of watching TV sih. Gw dibesarkan dari keluarga overprotective di mana main di luar dan nonton TV di luar jadwal yang sudah ditentukan adalah sebuah kado ulangtahun. Seriusan gw pernah dikasih kado ulangtahun disuruh milih mau nonton TV atau main di luar. Sedih banget gak gaes kalau jadi gw. Semenjak itu gw enggak suka hadiah ulan...

Gw Takut Jadi Terkenal

Alhamdulilah wasyukurilah akhirnya pada tanggal 13 Juli 2019 telah terbit buku pertamaku "Membicarakan Feminisme" oleh penerbit EA Books. Sumpaaah gw seneeeeeeeeng bangeeeeetsssss!!! Gw mau curhat ah gimana ceritanya ini buku sampai dari ide sampai naik cetak Jadi pada suatu siang yang khidmat, gw kan orangnya jarang confirm orang di FB ya. Ya, Facebook dan Instagram itu sifatnya private gitu buat gw. Dulu gw cukup terbuka dengan identas dan segala hal tapi setelah tumbuh dewasa gw baru menyadari bahwa gw enggak suka jika gw nyaman dengan kehidupan orang biasa. Gw gak suka spotlight dan popularitas. Dulu pas jaman gw kuliah masih imut dan cakep gw suka main band dan modeling lucu-lucu kan. Pas gw join satu idol group (ya, kalian boleh ketawa bahwa gw pernah join sejenis idol group) terus mereka cetak hasil photoshoot gw dengan ukuran poster. Gw menatap poster wajah gw dan berpikir ke depan, gw akhirnya membeli semua koleksi foto dan poster foto gw supaya gak ada satu fan...

Cerita Tentang Nikahan di Jerman

Image
Wokeeeeh sekarang saatnya berhubung gw belum mandi (karena malas) dan berhutang pada Mpok Pina ( https://www.irvinalioni.com ) untuk cerita-cerita giaman sih kawinan dan ngadain resepsi di Jerman tuuuuh~ Jadi ya, gw udah pacaran sama si pak dosen ini sejak awal 2016 dan kami memutuskan buat menikah sejak... ya gak beberapa lama dari awal pacaran sih, kami ngerasa klop aja kalau kata hotel Transylvania ada "zing". Jadi kami udah memutuskan buat menikah sejak 2017. Dan ulala buat syarat pernikahan dengan WN Jerman di Jerman itu ribeeetnya bukan main jadi gw gak tulis di sini nanti aja ah buat syarat adminitrasi mah najis dah butuh waktu satu setengah tahun sendiri soalnya persiapannya, belum lagi berantem-berantem ama pihak KUA dan mahalnya nerjemahin dokumen! eh bentar-bentar pedahal gw bilang tadi deh kalau gw gak mau cerita, ya oke. Gw memilih untuk nikah dan resepsi di jerman karenaaaa, alasannya lebih ke ideologis gw dan suami sih 1. Gw gak mau diatur oleh hukum y...

Memulai Hidup Baru di Eropa (2)

Oke, ini adalah pos kedua yang gw sempet buat pasca resepsi pernikahan. Jadi, kenapa gw nikahnya kaya berkali-kali itu karena gw nikah agama dan nikah negara yang kalau di Jerman itu enggak sepaket kaya di Indonesia. Di Indonesia berdasarkan Undang-undnag Perkawinan tahun 1974, agama mengatur keabsahan perkawinan negara. Itu sebabnya sulit sekali nikah beda agama di indonesia. Alasannya adalah tentu gerakan 30 September dan pembantaian massal di seluruh Indonesia tahun 1965 atas tuduhan PKI. Karena ada desas-desus bahwa PKI = Ateis, maka beragama diwajibkan sebagai syarat untuk bebas dari stigma PKI, kalau ketauan gak beragama akan dipenjara tanpa pengadilan atau paling parah ya dibunuh, hilang selamanya. Setelah peristiwa pembantaian tersebut, semua orang jadi merasa agama sangat penting dan dampaknya sampai ke undang-undang perkawinan. Jadi kalau kamu gak bisa menikah dengan kekasihmu yang beda agama, ya sebabnya UU tersebut yang bikin kita semakin tersegregasi dan perpecahan terjad...

Memulai Hidup Baru di Eropa (1)

Image
Halo, ini adalah blog pertama gw setelah sekian lama, lamaaaaa banget gw akhirnya memutuskan menulis blog lagi. Alasan gw menuutp blog sebelumnya adalah gw paranoid akan jejak digital, gw paranoid pada popularitas. Gw khawatir karena pengunjung blog gw banyak dan hampir setiap minggu gw mendapat email dari pembaca. Intinya adalah gw enggak punya mental selebriti. Gw mau jadi populer tapi gak mau populer karena skandal, karena gw ODGJ, karena orang pikir gw cantik dan menarik (well, gw senang sih kalau orang pikir gw begitu, tapi gw khawatir aja. Maintaining kecantikan itu berat banget coy). Gw banyak mau, jadinya gw hapus aja itu blog daripada gw capek klarifikasi. Gw mau dikenal karena pikiran dan tulisan-tulisan gw. Buat gw, eksistensi diri gw di dunia ini adalah melalui tulisan gw. Dengan menulis, gw akan hidup selamanya. Dengan tulisan, gw akan bicara dengan kerabat atau mantan gebetan/pacar yang gak pernah bicara lagi hari ini. Gw harap. Anyway, gw baru saja meninggal...