Posts

Ginger-White Chocolate Cake Recipe

Image
Penampakan baru matang Jadi pada suatu hari di musim panas yang berasa dingin abis, sebagai gadis tropis gw kan gak tahan terlalu dingin ya bok. Kepengen yang manis-manis hangat gitu tetapi tidak mau minum miras (haseg emak gw seneng nih kalau gw ngomong begini). Jadi karena urge untuk membuat cake sudah tidak terbendung lagi, gw ingat bahwa gw punya stock coklat putih dan jahe muda. Jahe di sini besar-besar banget gaes gak kaya yang di Indonesia dan rasanya lebih soft, enggak rooty gitu kaya jahe indonesia. Gw curigai emang varietasnya beda aja. Maka gw bikin lah kue yang terdengar rasis ini, white ginger. Awalnya gw pikir ini kue gagal karena enggak terlalu manis dan sangat lembab, dia juga fluffy dan ringkih saat di slice. Gw curigai kurang terigu. Maka dari itu, gw akan tambah sedikit terigu tanpa mengurangi hal yang lain supaya kue ini tetep moist, hangat nan lembut. Ini kue apa memek dah. Temen-temen lesbian gw pasti suka. Bahan-bahan ginger white cake: - 100 gr...

Nasi Bakar Kuning Vegetarian

Image
Jadi gaeees kemarin tuh gw dan suami dapat undangan perayaan ulang tahun di kebun dari tetangga. Nah mereka ini pasangan yang vegetarian dan gw sebagai IRT dengan banyak waktu gemes dong mau buat sesuatu yang spesial buat temen-temen maka gw buat lah ini: nasi bakar kuning isi tempe, tongcai dan telur asin buat party. Selera bule banget dan sangat eco-friendly karena semua bahan sisanya bisa jadi kompos. Plusss sangat stuning karena kreatif dan harum. Gw belu daun pisang dari toko asia tenggara cukup mahal cing sih tapi yaudah lah ya. Sisanya telur asin dan tempe juga beli di toko asia tenggara. Semua bahan gw fresh alias gw ngulek sendiri. Buat gw ngulek sendiri lebih berasa aja dan gw punya banyak waktu luang sebagai IRT. Kalau kalian mau buat nasi kuning dan tempenya aja monggo sih ini resepnya yaaak~ Jadi buat 8 bungus nasi bakar loh ini. Bahan-bahan untuk Nasi kuning: - 300 gr beras - 8 cm kunyit, tumbuk - 8 cm lengkuas, geprek - 1 daun salam - 1 sereh ukuran b...

The Best Mie Ayam Bangka Resep

Image
Apalah guna menjadi orang Bangka tanpa eksplorasi masakan-makanan yang khas? Setelah mengenal resep lempah kuning a.k.a makanan melayu Bangka, kini saatnya gw masak makanan peranakan tionghoa bangka yang enaknya gak ketulungan. Apakah itu? jengjengjeng! itu adalah mie ayam. Sudah bertahun-tahun gw didaulat sebagai pembuat mie ayam paling enak versi keluarga Wibisono. Dan kali ini gw bagikan resepnya deh karena kemarin saudariku Prameswari Noor yang punya Moonhair studio sempat tanya resep mie ayam andalanku tapi gw lupa buat nulis resepnya. Hari ini gw re-cook alias buat ulang dan kebetulan inget wahahahahhahaha Bahan-bahan yang diperlukan untuk mie, ayam dan sup wonton: - Mie telur tipis basah kualitas bagus (beli yang paling mahal aja, biasanya worth it) - 1 pack kulit pangsit kualitas bagus (biasanya isi 200gr) - 1 bonggol baby caisim - 1 botol kecil minyak wijen - 1 botol kecap asin (gw pakai kikoman, soya sauce all purpose) - 1 botol kecil mirin - 1 bonggol bawang putih ...

Menjadi Ibu Rumahtangga

You know guyyyysss I just released my book abaout feminism (and history) and you know what I am doing right now in Germany? just take care of my house, cleaning and going to gym regularly. Well, perhaps some of you find being a housewife and a feminist are contradiction. I tell you, no it is not. Ahsianying gw kebanyakan pakai bahasa inggris karena gw di sini membaca dan berbicara dalam bahasa inggris. not so much improve on my grammar sih, tapi ya lumayan aja. Tapi gimana struktur berpikir gw masih bahasa indonesia cuma kosa katanya aja diganti jadi bahasa inggris atau jerman. Oh iya, jerman. Gimana perkembangan bahasa Jerman gw? gatau ah segitu-segitu aja. Sebab, unlikely bahasa Inggris yang artinya bisa diterjemahkan aja dalam kamus, bahasa jerman enggak. Hampir kalimat dan kata itu terikat pada grammar. Misalnya aja nih: Bahasa Indonesia: Kapan uang kamu datang? Akhir bulan ini Bahasa Bangka: Kapan duit ka' sampai lah? Bulen ni' Inggris: When your money will c...

Keranjingan Sitkom Queer Eye

Image
Gw lagi demen-demennya nonton Queer Eye di Netflix. Gw adalah anak muda mid 20an yang memiliki beberapa prasyarat hidup di ibukota dan berada dalam pusaran pergaulannya dengan kriteria sebgai berikut: (1). Langganan Spotify Premium, (2). Join account Netflix sama temen-temen biar biayanya murah dan terakhir (3). Keranjingan minum bubble tea. Anyway, Queer Eye jadi the most favorite reality show in my life ever dah selain Bongkar Rumah. -yekan kalian pada nonton Bongkar Rumah gak sih jaman jadul pas orang miskin rumahnya dibongkar terus diremake jadi bagus, ih gw seneng banget asli lihat itu selain acara masak-memasak Rudy Choiruddin di tipi- Gw bukan fan of watching TV sih. Gw dibesarkan dari keluarga overprotective di mana main di luar dan nonton TV di luar jadwal yang sudah ditentukan adalah sebuah kado ulangtahun. Seriusan gw pernah dikasih kado ulangtahun disuruh milih mau nonton TV atau main di luar. Sedih banget gak gaes kalau jadi gw. Semenjak itu gw enggak suka hadiah ulan...

Buku Membicarakan Feminisme

Image
HALLLLLLOOOOOOW SAUDARA-SAUDARAKU SEBANGSA DAN SETANAH AIR! Alhamdulilah wa syukurillah telah terbit buku pertama gw berjudul "Membicarakan Feminisme" buku ini isinya kumpulan esai gw dari Magdalene.co, Geotimes, SuaraKita dan Deutsch Welle yang dikurasi dan diedit sehingga jadi ciamik oleh mbak Fitriana dari tim EA Books. Anyway gw mau cerita deh gimana prosesnya sampai gw akhirnya jadi buku. Jadi pada suatu siang yang tenang, gw orangnya jarang confirm FB tiba-tiba confirm mbak Fitriana dan melihat ada pesan request di FB bahwa penerbit tempat dia bekerja, EA Books, tertarik buat mengurasi dan menerbitkan esai-esai gw. GW SENENG BANGET ANJRIT BUKAN KEPALANG! Tanpa ba-bi-bu gw bilang iya. Men, waktu itu gw lagi galau-galaunya quarter life crisis alias gw galau abis mau jadi apa di dalam hidup gw. Gw 24 tahun dan gak tahu karier gw mau ke mana. Gw pengen jadi sejarawan feminis tapi kampus yang nerima gw, gw gak ada duit. Kampus yang free dan cocok, kaga nerima gw. Kan ...

Gw Takut Jadi Terkenal

Alhamdulilah wasyukurilah akhirnya pada tanggal 13 Juli 2019 telah terbit buku pertamaku "Membicarakan Feminisme" oleh penerbit EA Books. Sumpaaah gw seneeeeeeeeng bangeeeeetsssss!!! Gw mau curhat ah gimana ceritanya ini buku sampai dari ide sampai naik cetak Jadi pada suatu siang yang khidmat, gw kan orangnya jarang confirm orang di FB ya. Ya, Facebook dan Instagram itu sifatnya private gitu buat gw. Dulu gw cukup terbuka dengan identas dan segala hal tapi setelah tumbuh dewasa gw baru menyadari bahwa gw enggak suka jika gw nyaman dengan kehidupan orang biasa. Gw gak suka spotlight dan popularitas. Dulu pas jaman gw kuliah masih imut dan cakep gw suka main band dan modeling lucu-lucu kan. Pas gw join satu idol group (ya, kalian boleh ketawa bahwa gw pernah join sejenis idol group) terus mereka cetak hasil photoshoot gw dengan ukuran poster. Gw menatap poster wajah gw dan berpikir ke depan, gw akhirnya membeli semua koleksi foto dan poster foto gw supaya gak ada satu fan...