Posts

Hidup di Jerman di tengah pandemi Korona

Image
Halohalo gimana kabarnya urang sadayana! Gw jarang nulis blog sebab: jengjengjeng MALES maunya masak aja Iya nih gw kadang menimbang-nimbang apakah gw harus bikin dan menulis Diary sebagaiana yang selalu aku  lakukan lima belas tahun yang lalu. Sampai gw lambat laun sadar gw menulis karena kepala gw penuh bacaan yang harus dikeluarkan dari kepala gw dengan kegiatan menulis. Namun setelah hidup menjadi dewasa dan kewajiban mencari uang demi bertahan hidup. Kemewahan waktu untuk berkontemplasi dan menuliskan isi hati dan kepala lambat laun menajdi sebuah kemewahan yang aku sendiri kadang sulit menggapainya. Apaan sih gw nulis hanjing kegiatan yang malesin Sebelum wabah menyerang gw sibuk banget hanjing. Gw kerja 3x seminggu, les bahasa Jerman 5x seminggu, ke gym at least 3x seminggu juga. Kalau gw gak kerja yha gw pergi ke gym dan baik kerja atau berolahraga itu capek banget bosq. Badan udah terlalu lelah buat diajak baca buku ataupun istirahat menulis. Tanp...

Mulai kerja dan belajar dewasa

S bilang perempuan usia 25 merasa sudah tahu dunia sebenarnya dan menyadari bahwa sebenarnya dia enggak tahu apa-apa. Men, gw pikir gw udah 25 dan menikah berarti gw udah dewasa dan udah bertanggungjawab. Tetapi setelah lewat 6 bulan gw di Jerman gw baru bertemu orang-orang di sini yang seusia gw atau lebih tua. Gw baru memulai pekerjaan gw di sebuah restoran cina di mana pegawai dan boss gw semuanya muda dan asik-asik banget. Senin-jumat gw lalui dengan belajar bahasa jerman dan bekerja. Gw memang sudah merencanakan untuk bekerja paruh waktu selama belajar bahasa jerman karena gw mau. Gw butuh bergaul dengan orang jerman asli sini dan mengenal mereka kan. Gw juga punya temen penyuka musik metal dan kami ketemu setiap minggu. Setiap hari gw bangun pukul 7, mandi dan bikin sarapan. Pukul 9 gw pergi les dan sepulang les pukul 1 siang gw istirahat 30 menit dan kerja sampai pukul 8 malam. Kalau enggak bekerja gw biasanya pergi ke gym dan itu gw lakukan selang-seling. Capek? banget. Luar...

Bolu ketan hitam buttermilk

Image
Kenapa gw taro resep di sini yak kaga di cookpad aja. Abis hp gw udah menua dan mulai lemot sih, udah 4 tahun bro gw pakai belum diganti dari 2017. Jadi terpaksa uninstall cookpad dan tulis resep-resep masakan ciamik gw di sini. Gw ngidam banget bolu ketan hitam dan di toko asia kebetulan jual tepung ketan hitam. Yowes gw beli lah sambil eksperimen pakai koleksi loyang bolu-bolu gw yang lope lope banget. Anyway ini resepnya buat porsi kecil yak. Gunakan loyang ring dengan diameter 23cm jadi telur dan tepung yang digunakan enggak banyak. Tapi jadinya enak bangeeeet~ suamik gw pas baru matang bisa nymot sampai dua potong padahal dia bilang biasanya gak suka makanan manis. Hah dasar suamik pas jadi dan belum dipotong jiggling cantik gitu huehehehe Resep: - 3 buah telur - 100 gr gula pasir - 1 tetes pasta vanila - sejumput garam - 130gr tepung ketan hitam - sejumput baking soda - sejumput baking powder - 80ml buttermilk - 100ml minyak goreng (gw pakai minyak...

Resep Scones ala Starbuck

Image
Jaman masih jadi anak komuter Depok-Jakarta gw mengadopsi gaya hidup anak komuter kelas menengah pada umumnya: gencet-gencetan di KRL, pakai kartu flash dan minum cappucino diskonan Starbuck Manggarai/Sudirman. Dan pada masa-masa tersebut gw kadang-kadang makan oatmeal scones yang menurut gw rasanya enak. Gw suka tekstur crunchy di luar dan lembut di dalam dari oatmeal. Tidak seperti biskuit/kukis yang crunchy dan manis, scones punya banyak tekstur dan gak terlalu manis. itu yang bikin gw lebih suka scones daripada biskuit/cookies buat nemenin ngeteh atau ngopi. Aduh bule amat gw segala ngopi/teh pakai cemilan manis gituan. Anyway, setelah berhasil-gagal dalam baking membaking. Gw menemukan resep makanan atau kue2 starbuck kenapa bisa enak dan teksturnya beda karena mereka pakai butter dan buttermilk dalam resepnya. Misalnya scones dan blueberry muffin mereka yang rasanya spesial kan. Sebabnya gw bikin oatmeal scones ini juga pakai buttermilk. Buttermilk adalah susu yang fermented...

Resep Kari Vegetarian

Image
dimakan dengan roti prata beku mamen Pada hari minggu yang lalu gw dan suamik diundang makan malam oleh sohibnya suamik yang notabene vegetarian. Btw di sini tuh biasa yak diundang makan di rumah. Beda dengan undangan makan ala Indonesia yang macam hajatan di mana kita bis aambil lauk sebanyak mungkin dan ajak orang se-RT. Undangan makan di Jerman berarti si pengundang menyiapkan porsi makanan yang sesuai dengan orang2 yang diundang dan kita harus minta ijin kalau mau bawa orang. Makananya dimasak sesuai porsi dan gak boleh datang terlambat karena makanan biasanya sudah siap sedia di jam yang ditentukan. Nah pada undangan makan malam kali itu si pasangan bule ini membuat masakan Asia, katanya kari, yang menurut gw rasanya aneh banget. Jadi ini kari kacang arab/chikpea/Kirchererbsen yang dimasak dengan santan, selai kacang dan pisang. Sekali lagi Kari dengan selai kacang dan pisang Pisangnya gak tanggung-tanggung, pisang sunprise yang manis Ketika masakannya disajikan ke ...

Natalan yang ternyata berat banget

Jadi setelah menikah dengan si bule Jerman Kafir gw akan merasakan yang namanya natalan pertama dong. Daaaan ternyata natalan dengan masalah mental bukan sesuatu yang mudah. Gw pikir natal akan menyenangkan dengan keluarga dan banyak hadiah. Ya semua itu benar adanya. Gw excited dengan menghias rumah, masak kue dan ketupat sayur, suami pasang pohon natal dan sebagainya. Senang karena teman-teman dan kelaurga akan datang. Sayangnya seminggu sebelum natal Ibu mertua masuk rumah sakit karena tumor di jantung dan suami jadi sedih sekali. Kami enggak jadi natalan di tempat ibu mertua tapi kami tetap punya makan malam bersama dengan ayah dan perayaan natal bersama dengan ayah. Suami paham banget kalau gw enggak bisa terus-terusan surrounding dengan orang-orang berturut-turut. Di hari terakhir ketika ada jadwal makan siang keluarga bersama ayah dan sorenya samperin ibu mertua ke rumah sakit, gw collapse. Nangis-nangis di kamar mandi dan coba ancam bunuh diri. Ternyata natal dan berturut-tu...

Hidup dengan Hormonal Imbalence

Gw sebenernya enggak percaya kalau manusia adalah mesin yang dikontrol sama zat-zat kimia di tubuh. Sebagai akademisi ilmu sosial gw yakin bahwa dimensi sosial sangat memengaruhi manusia dalam bertindak dan membuat perdaban. Tapi sebagai orang yang punya gangguan hormon, gw berasa banget bahwa gw benar-benar didorong oleh semua hormon ini. Gw didaulat hormonal imbalance sejak masih di Indonesia. Gw sangat sensitif terhdap stress kalau gw stress seluruh tubuh akan berkontribusi untuk semakin memperparah stress gw. Mulai dengan overthinking dan otak gw enggak bisa berhenti berpikir dan membuat gw insomnia 1-2 hari. lalu keputihan, pendarahan di vulva, rambut rontok dan sebagainya. Gw juga kadang gak mau makan dan cuma makan sedikit banget sehari. Sebagai master of my body gw melawan ketidakseimbangan hormon ini dengan olahraga teratur dan makan-makanan yang sehat. Gw menjaga asupan gula, kafein dan alkohol. Memaksa diri beristirahat di kasur sebelum jam 11 malam. Mengurangi intensi...